JAKARTA - Komisi VIII DPR RI mengajak para santri untuk menjadi agen perdamaian di tahun politik Pilpres 2024. Ajakaan itu didasari lantaran tahun politik bisa menyulut perdebatan antara pendukung salah satu calon presiden (capres).
"Saya mengajak para santri untuk menjadi agen perdamaian di Pilpres 2024 sejalan dengan ikrar santri yang dibacakan dalam peringatan Hari Santri Nasional kemarin di Surabaya,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily,l dalam keterangannya, Selasa (24/10/2023).
Ia mengatakan bahwa santri selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air dan bangsa Indonesia. Di sisi lain, Ace berkata, para santri juga senantiasa mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian dunia.
Menurutnya, santri pun bisa menjadi pelopor dalam mengedepankan politik berkebangsaan. Tujuannya, kata Ace, untuk menjaga kedaulatan negara dan demi hidup peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Santri justru harus bisa mengajarkan politik kebangsaan kepada masyarakat, semangat patriotisme mereka dapat memotivasi generasi muda untuk turut serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik," katanya.
Lebih lanjut, Ace mengingatkan para santri dapat mengedepankan toleransi dan menghindari perpecahan akibat perbedaan pilihan, meskipun, santri memiliki hak untuk mendukung pemimpin salah satu figur.
BACA JUGA:
"Para santri yang sudah memiliki hak suara berhak memilih siapa calon pemimpin yang diunggulkan, tapi jangan sampai politik praktis berpengaruh pada dunia pendidikan di lingkungan pesantren dan di tengah masyarakat," ujar Ace.
BACA JUGA:
“Santri harus bisa berpegangan teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama`ah seperti yang diserukan dalam ikrar santri. Hal itu dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.
(Fakhrizal Fakhri )