JAKARTA- Mengulik makna di balik pose patung kuda yang ditunggangi Pangeran Diponegoro. Lantaran kedua kaki depan patung kuda yang ditunggangi Pangeran Diponegoro tidak boleh menapak tanah.
Dalam hal ini ada cerita sejarah mengenai patung kuda yang ditunggangi Pangeran Diponegoro memiliki ciri khas kaki depannya yang terangkat, tidak menyentuh tanah.
Lantas apa makna di balik pose patung kuda yang ditunggangi Pangeran Diponegoro?
Melansir berbagai sumber, pose patung kuda yang ditunggangi Pangeran Diponegoro memiliki makna bahwa pahlawan tersebut meninggal dalam sebuah peperangan. Pangeran Diponegoro meninggal pada 8 Januari 1855 di di Benteng Rotterdam pada Perang Diponegoro.
Misalnya patung Pangeran Diponegoro di sekitaran Gedung Bappenas, Jakarta, yang menunjukkan pose tersebut. Patung kuda tersebut menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam memimpin perlawanan rakyat Jawa melawan penjajah Belanda dalam Perang Diponegoro.
Perang Diponegoro merupakan konflik besar yang meletus pada 1825-1830 di Pulau Jawa. Konflik ini dipicu oleh ketidakpuasan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda dalam mengurus kerajaan.