Alasan Terbesar Jalur Gaza Jadi Rebutan Oleh Palestina dan Israel

Cahyo Yulianto, Jurnalis
Kamis 26 Oktober 2023 10:55 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Ada alasan terbesar jalur Gaza jadi rebutan oleh Palestina dan Israel yang menyebabkan gejolak perang.

Terbaru, perang kembali meletus pada 7 Oktober 2023 setelah pasukan Hamas menembakkan roket ke Israel. Israel kemudian membalasnya dengan melancarkan operasi pedang besi yang membuat perang bertahan hingga detik ini.

Melansir NBC News, Kamis (26/10/2023) Telah ada lebih dari 6.546 orang terbunuh di Gaza, Palestina. Sebaliknya, ada sekitar 1400 orang yang tewas di Israel termasuk 308 tentara di dalamnya.

Lantas apa sebenarnya alasan yang membuat Jalur Gaza menjadi rebutan oleh Palestina dan Israel? Ternyata wilayah ini statusnya yang kurang jelas. Apakah wilayah ini milik Palestina atau justru milik Israel.

Jalur Gaza adalah wilayah yang berada di pantai timur Laut Tengah yang berbatasan dengan Mesir di barat daya dan Israel di timur dan utara. Secara de facto, wilayah ini dikuasai oleh Hamas. Namun Israel juga mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayahnya.

Melansir Al Jazeera, konflik ini bermula pada 1917 saat Inggris memenangkan perang di wilayah ini dan mengeluarkan Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Inti deklarasi tersebut Inggris menjanjikan gerakan zionis dapat mendirikan sebuah negara.

Dengan kata lain, deklarasi ini mengabarkan bahwa wilayah Palestina adalah hadiah dari Inggris untuk masyarakat Yahudi yang ditindaklanjuti dengan merdekanya Israel pada 1948.

Mandat tersebut mulai terlaksana pada 1923 saat Inggris membantu orang Yahudi untuk melakukan migrasi massal ke wilayah ini. Pada tahun 1947, membengkaknya populasi Yahudi membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membagi Palestina menjadi negara-negara Arab dan Yahudi.

Pada 1950, Jalur Gaza diambil alih oleh Mesir dan Yordania kemudian memulai pemerintahannya di Tepi Barat. Hingga pada 1967, wilayah ini direbut oleh Israel setelah memenangkan perang atas Mesir, Suriah dan Yordania.

Pada 1987, perang kembali meletus hingga akhirnya muncul Perjanjian Oslo pada tahun 1993. Perjanjian ini berisi tentang Israel mengakui Palestine Liberation Organization (PLO) yang berkuasa di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebaliknya PLO mengakui memberi Israel kendali atas 60 persen Tepi Barat, serta sebagian besar sumber daya tanah dan air di wilayah tersebut.

Pada 2005, Israel menarik diri dari Jalur Gaza. Hingga setelah Palestina menggelar pemilu legislatif pada 2006, Jalur Gaza dianggap menjadi bagian dari Palestina. Pada tahun 2007, Hamas sebagai organisasi politik terkuat di Palestina berhasil menguasai Jalur Gaza secara de facto.

Namun secara de jure, PBB dan berbagai organisasi internasional lainnya masih menganggap Jalur Gaza masih dikuasai Israel sesuai perjanjian hukum. 

Hal inilah yang membuat Jalur Gaza terus menjadi rebutan antara Israel dan Palestina sehingga melahirkan perang yang berkelanjutan.

(RIN)

 

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya