Penjelasan Mengapa Masyarakat Percaya Keris Senjata yang Sakti

Winda Rahmadita, Jurnalis
Kamis 26 Oktober 2023 16:25 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Keris merupakan senjata tradisional dengan bagian tubuh yang berkelok serta ujungnya yang lancip nan tajam. Sejak jaman dulu, keris dilegendakan sebagai senjata ritual yang sering digunakan dalam perang antar kerajaan, seperti keris sakti Mpu Gandring milik Ken Arok, keris Kiai Condong Campur, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apa yang jadi alasan mengapa masyarakat menganggap keris merupakan senjata yang sakti?

Ternyata, keris sering dianggap sakti karena senjata ini dipercaya sebagai benda keramat yang memiliki kekuatan mistis yang didasarkan pada kepercayaan budaya dan tradisi leluhur.

Kesaktian keris juga dipercaya berasal dari proses pembuatan keris yang disertai dengan serangkaian ritual dan doa, yang dipercaya dapat mengilhami keris dengan kekuatan magis.

Menurut bukti beberapa prasasti di abad ke-9 hingga 10, keris diketahui merupakan benda fungsional yang digunakan sebagai senjata biasa, bukan sebuah benda pusaka. Kepercayaan akan kesaktian keris mulai berkembang sejak zaman kerajaan Mataram Hindu.

Saat itu, keris dianggap sebagai pusaka yang bisa memberikan kekuatan gaib seperti kesaktian pada sang raja sehingga dapat menambah nilai kebesarannya. Hal ini karena keris memiliki bentuk yang kecil dan mudah diselipkan di pinggang saat dibawa sehingga dianggap menyatu dengan sang raja.

Kemudian, pengaruh keris mulai tersebar pada zaman Sultan Agung (1613-1645) ketika sang Raja Mataram tersebut memberikan perintah untuk menghadiahkan keris kepada para prajurit yang berprestasi.

Sejak saat itu, nama keris disimbolkan sebagai pembawa karisma yang digunakan oleh golongan elite. Aturan awalnya raja memberikan pengaruh besar dalam perkembangan keris hingga terjadi banyak produksi besar-besaran baik di kalangan istana maupun luar istana.

Secara berangsur-angsur, masyarakat pun diperkenankan untuk memilikinya sehingga keris menjadi senjata yang dimiliki seluruh masyarakat Jawa. Keris pun tidak dapat dipisahkan dari konteks religi masyarakat sehingga menjadikan senjata tradisional ini sebuah budaya.

 BACA JUGA:

Masyarakat Jawa mempercayai bahwa terdapat kekuatan dari luar diri manusia yang melampaui kodrat alam, yang disebut dengan Kasakten, sehingga terdorong lah keyakinan bahwa keris merupakan senjata yang menyimpan kekuatan gaib.

Masyarakat Jawa juga mempercayai bahwa kekuatan magis dari keris berasal dari proses pembuatan keris yang selalu disertai dengan upacara dan pembacaan berbagai mantra untuk menyalurkan kekuatan tersebut ke dalam keris.

Kekuatan magis dari keris yang dinamakan tuah itu diperoleh melalui doa dengan kekuatan yang berbeda-beda, ada yang berpengaruh baik maupun buruk pada sang pemilik.

 BACA JUGA:

Semakin terjadinya perkembangan dan perubahan sosial, keris pun mulai memiliki berbagai fungsi lain seperti sebagai senjata pembunuh, benda pusaka, simbol atau lambang, alat perlengkapan seperti pada pakaian adat, hingga benda seni dengan nilai yang tinggi.

Dengan kepercayaan serta tradisi leluhur di masa lalu, tak heran mengapa keris sering kali disimbolkan sebagai sebuah benda yang dianggap sakti.

Hingga kini, keris masih memiliki nilai berharga dan menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Bahkan, keris diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang merupakan mahakarya budaya Indonesia yang terus hidup.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya