GAZA - Militer Israel mengatakan pesawat tempurnya menyerang 150 sasaran bawah tanah dalam semalam dan membunuh pemimpin operasi udara Hamas.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya telah menyerang apa yang mereka sebut sebagai terowongan teror dan ruang tempur bawah tanah selama periode serangan udara yang sangat gencar di bagian utara Jalur Gaza.
Militer mengatakan di antara beberapa anggota Hamas yang terbunuh, ada seorang yang bertanggung jawab atas aset udara Hamas, yang disebut sebagai Asem Abu Rakaba.
IDF dalam sebuah pernyataan mengatakan Abu Rabaka bertanggung jawab atas UAV, drone, dan paraglider Hamas, serta sistem deteksi udara dan pertahanan udaranya.
IDF mengatakanDia telah mengambil bagian dalam perencanaan serangan pada 7 Oktober lalu terhadap komunitas Israel di dekat perbatasan Gaza dan mengarahkan teroris yang menyusup ke Israel dengan paralayang.
Seperti diketahui, sekitar 100 jet tempur telah menyerang 150 sasaran bawah tanah Hamas di Gaza dalam pemboman udara terberat dalam perang Gaza sejauh ini.
Serangan ini terjadi ketika penduduk Palestina di Gaza melaporkan bentrokan dengan kendaraan lapis baja dan infanteri Israel semalaman di tiga lokasi di Jalur Gaza.
Dengan hampir seluruh layanan internet dan seluler terputus di Gaza sejak Jumat (27/10/2023) malam, informasi mengenai situasi di jalur pantai yang dikuasai Hamas dan berpenduduk 2,3 juta orang sangat sedikit. Namun, rekaman dari posisi kamera media di luar Gaza di Israel dan Mesir menunjukkan malam serangan udara dan artileri tanpa henti mewarnai langit malam berwarna oranye.
Menurut pengumuman juru bicara IDF, serangan udara yang melibatkan 100 jet Israel menghantam terowongan tempur, area pertempuran bawah tanah, dan infrastruktur teroris bawah tanah.
(Susi Susanti)