Serangan ini terjadi ketika penduduk Palestina di Gaza melaporkan bentrokan dengan kendaraan lapis baja dan infanteri Israel semalaman di tiga lokasi di Jalur Gaza.
Dengan hampir seluruh layanan internet dan seluler terputus di Gaza sejak Jumat (27/10/2023) malam, informasi mengenai situasi di jalur pantai yang dikuasai Hamas dan berpenduduk 2,3 juta orang sangat sedikit. Namun, rekaman dari posisi kamera media di luar Gaza di Israel dan Mesir menunjukkan malam serangan udara dan artileri tanpa henti mewarnai langit malam berwarna oranye.
Menurut pengumuman juru bicara IDF, serangan udara yang melibatkan 100 jet Israel menghantam terowongan tempur, area pertempuran bawah tanah, dan infrastruktur teroris bawah tanah.
(Susi Susanti)