JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah adanya upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan percepatan penggantian Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Ia menyebut adanya pergantian Panglima TNI tak lain dan tak bukan lantaran masa tugas Yudo yang telah habis.
“Ada kesan seolah Presiden percepat pergantian Panglima TNI. Teman-teman sekalian masyarakat Indonesia. Sebenarnya Pak Yudo pada November ini berakhir masa tugasnya. Di tentara itu tradisinya kalau lahirnya pada bulan November biasanya pensiunnya dipensiunkan pada 1 Desember itu tradisi yang berjalan,” ucap Moeldoko kepada wartawan, Kamis (9/11/2023).
BACA JUGA:
Kendati demikian, ia menyebut bahwa penggantian Panglima bisa dilakukan kapan saja mengikuti kebutuhan yang ada. Moeldoko juga menyebut bahwa Yudo Margono tidak ada masalah jika dirinya harus diganti pada bulan November 2023 ini.
Ia pun mencontohkan dirinya yang purnatugas dari matra TNI pada 8 Juli beberapa tahun silam. Saat itu, dirinya baru resmi mengakhiri tugas pada 1 Agustus.
BACA JUGA:
“Tidak ada percepatan tidak ada upaya tetek bengek memang sudah waktunya. Jadi pada bulan November ini bisa saja Pak Yudo diganti sebelum tanggal lahir atau sebelum tanggal lahirnya jadi tidak ada tendensi apapun masyarakat Indonesia jangan berimajinasi yang berlebihan,” tutupnya.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai calon tinggal Panglima TNI. Agus akan menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono yang akan memasuki masa pensiun pada 26 November 2023.