Ketika Jenderal Soedirman Naik Pesawat Pembom Dipiloti Eks Penerbang Jepang

Awaludin, Jurnalis
Minggu 12 November 2023 06:01 WIB
Foto: Dispenau
Share :

JENDERAL Soedirman menjadi panglima pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 12 November 1945 atau tepat 78 tahun silam. Ia pun menghabiskan masa jabatannya sebagai panglima tentara di bawah pimpinan Presiden Soekarno selama lima tahun.

Dikutip dari buku ‘Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H AS Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI’ karya Haril M Andersen. Pada tanggal 27 April 1946, Jenderal Soedirman dengan ditemani beberapa pejabat militer dan sipil di Malang melakukan inspeksi pemulangan serdadu Jepang, sekaligus beliau mengunjungi Pangkalan Bugis.

Pangkalan ini berada di bawah naungan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Udara Malang pimpinan Lettu Imam Soepeno sebagai ketuanya dan Lettu Hanandjoeddin yang menjabat Komandan Pertahanan Teknik Udara, sekaligus kepala Hanggar I.

Pangkalan ini sering terdengar capaian-capaian positifnya hingga ke telinga Jenderal Soedirman, lantaran tergolong sangat baik dalam merenovasi dan memperbaiki sejumlah alutsista udara peninggalan Jepang.

Soedirman memperhatikan hanggar yang terdapat sederetan pesawat-pesawat Cukiu dan Pesawat Pangeran Diponegoro I dan II. Saat melihatnya, Pak Dirman seketika berkeinginan menjajal salah satu pesawat itu.

Dia pun lalu memilih pesawat Pangeran Diponegoro I. Pesawat yang aslinya merupakan pesawat pembom ringan peninggalan Jepang jenis Shoki Ki-48.

Pesawat dengan kecepatan maksimal 510 km/jam itu di masa Perang Pasifik, acap disalahartikan sebagai Pesawat Messerschmitt Me-109 milik Jerman karena miripnya. Ditambah lagi motor pesawatnya berlisensi Daimler DB-601A buatan Jerman

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya