PPI Hongaria Hadiri Deklarasi Universal HAM

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 22 November 2023 23:49 WIB
PPI Hongaria hadiri deklarasi universal HAM. (Ist)
Share :

JAKARTA – Asosiasi Perserikatan Bangsa Bangsa (The United Nations Association) Hongaria berkolaborasi dengan The Ludovika University of Public Service merayakan hari jadi ke-75 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dengan mengambil tema “Equality, Freedom and Justice for All” . Acara ini dihadiri duta besar negara sahabat, politisi dan perwakilan Mahasiswa berbagai negara termasuk Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hongaria yang dipimpin Marhadi.

Dalam siaran pers yang diterima, hadir sebagai narasumber yakni Presiden Hongaria H.E.Ms Katalin Novak, Nadia Murad (Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2018 dan Duta Besar Niat Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Martabat Penyintas Perdagangan Manusia) serta HE Ghada Waly (Excecutive Director of United Nations Office on Drugs and Crime and Director General of the United Nations Office at Vienna).

Katalin Novak merupakan Presiden wanita pertama Hongaria. Parlemen memutuskan melalui pemungutan suara rahasia mengenai kepala negara yang baru, dan setelah pengumuman hasil akhir, Presiden terpilih mengucapkan sumpah setia. Presiden Republik dipilih oleh Parlemen untuk masa jabatan lima tahun. Katalin Novák akan mulai menjabat pada tanggal 10 Mei 2022.

Dalam pemaparannya Katalin menyampaikan bahwa pentingnya setiap orang memhami dan memaknai human right. Karena bahwa hak-hak asasi manusia perlu dilindungi oleh peraturan hukum supaya orang tidak akan terpaksa memilih pemberontakan sebagai usaha terakhir guna menentang kelaliman dan penindasan.

Di sela-sela Diskusi Presiden Hongaria menyambut baik kedatangan setiap delegasi termasuk delegasi Indonesia. Menurut Koordinator PPI Hongaria yang juga menjabat sebagai Wakil Koordinator Dunia Marhadi mengapresiasi acara ini. Karena Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat yang berlainan, asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan lain.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya