Sementara itu, Uskup Mandagi menyatakan keterbukaannya terhadap siapa pun, termasuk seorang calon presiden seperti Ganjar. Dia mengatakan jika menerima seseorang pasti akan menyampaikan sesuatu hal yang menurut penting.
"Ya saya itu terbuka dan menerima siapa saja seorang capres saya menerima Pak Ganjar dan juga saya terima dengan senang hati," katanya.
"Cuma kalau saya terima, tentu saya harus berkata sesuatu toh, dan dari pada pura-pura terima tapi di belakang ya kurang ajar karena seringkali banyak orang terima padahal dibelakang injak-injak , saya tidak begitu saya terima jujur ketika menerima Pak Ganjar terbuka saya mengatakan ke Pak Ganjar begini begini begini seperti sudah diucapkan oleh Pak Ganjar," sambungnya.
Dirinya juga memberikan dua buah buku kepada Ganjar terkait perdamaian Papua. Keduanya saling sepakat solusi soal perdamaian Papua yakni dengan berdialog dari berbagai elemen masyarakat sehingga bisa mencapai konsensus.
(Awaludin)