Pengamat Ingatkan Penyelenggara dan Pengawas Pemilu Bersikap Netral: Bila Tidak Bisa Jadi Malapetaka

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Selasa 28 November 2023 20:34 WIB
Pengamat politik UI, Doni (foto: MPI/Jonathan)
Share :

JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Doni Gahral mewanti-wanti penyelenggara dan pengawas Pemilu harus bersikap netral selama masa Pemilu 2024. Sikap netral juga harus ditunjukkan tiap penyelenggara negara.

“Damai itu kan produk, dia adalah hasil akhir, damai itu hanya bisa dicapai kalau tadi yang dikatakan bahwa, aparatur negara ASN, TNI Polri itu netral. Ibarat pertandingan bola, pertandingan itu pasti akan berakhir dengan keributan kalau wasit memihak,” ucap Doni dalam konferensi pers di Media Centre TPN Ganjar-Mahfud, Selasa (28/11/2023).

Sikap netral, kata Doni, perlu selalu ditunjukkan selama kontestasi Pemilu di 2024. Hal itu sebab dalam sebuh kontestasi kerap sekali dipenuhi dengan kecurigaan.

“Bukan hanya sekadar pakta integritas tapi juga bagaimana di lapangan itu betul-betul terlihat netralitas itu, keadilan, fairness, jadi negara itu harus imparsial, negara itu harus tak berpihak, karena esensi negara adalah itu melayani semua,” ungkapnya.

Jika sikap netral itu diingkari, Doni meyakini akan ada kondisi dinamis yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. Bukan tidak mungkin ratusan juta mereka yang berpatisipasi menjadi pemilih juga ikut meluapkan kemarahannya.

“Kita tidak mau pemilu yang diharapkan akan berlangsung riang gembira, pesta demokrasi menjadi drama demokrasi bahkan menjadi malapetaka demokrasi,” ungkap dia.

“Sayang republik ini sudah didirikan dengan darah dan air mata kemudian porak-poranda hanya gara-gara kontestasi politik lima tahunan,” sambung Doni.

Ia pun kembali mengingatkan agar setiap penyelenggara negara mampu bersikap netral. Menurutnya penyelenggara negara harus bersikap netral demi mencapai Pemilu damai.

“Akarnya adalah persoalan netralitas, persoalan ketidakpercayaan, ketidakadilan. Jadi kalau ini betul-betul jujur dan adil, insya Allah ini tetap akan menjadi pesta demokrasi,” tegas dia.

“Ini peringatan, ini adalah imbauan kita tidak mau bangsa yg besar ini menjadi porak-poranda hanya karena persoalan kontestasi politik. Kita ingin berkontestasi dengan riang gembira, bertengkar secara pikiran dan mendapatkan yang terbaik,” tutupnya

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya