Setidaknya satu dari peluru yang ditemukan tampaknya berasal dari kelompok yang sama, karena sebagian besar cangkang fosfor putih digunakan oleh Israel dalam kampanye di Gaza pada 2009. Sejak itu, Israel telah berjanji untuk beralih ke jenis peluru asap lain yang tidak terlalu merusak. namun tampaknya mereka telah menggunakannya secara luas di tengah konflik baru. Selama dua bulan terakhir, Israel telah menggunakan peluru tersebut lebih dari 60 kali di wilayah perbatasan Lebanon saja, kata WaPo, mengutip data ACLED, sebuah kelompok pemantau perang.
Selain itu, rekaman yang belum diverifikasi dan beredar secara online menunjukkan bahwa amunisi fosfor putih juga telah digunakan secara aktif di Gaza, dan beberapa video tampak cocok dengan pola ledakan udara yang khas dari serangan tersebut.
(Rahman Asmardika)