“Kalau perbedaan pendapat dan pilihan itu merupakan hal yang wajar. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai menggoreng isu- isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Karena isu SARA itu sangat sensitif,” katanya.
Dia mengatakan, pemilu dan pilpres adalah pesta demokrasi. “Kalau pesta itu tidak boleh sedih, rakyat harus riang gembira. Kita adu konsep, adu gagasan, dan mengedukasi masyarakat. Jangan ada yang saling menyakiti, saling serang, dan menyebarkan hoaks-hoaks yang tidak beradab. Kita adalah bangsa yang bermartabat,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )