“Tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada obat-obatan dan tidak ada rumah sakit untuk merawat korban luka dan juga pasien. Banyak orang meninggal di rumah mereka dan di jalanan,” tambahnya.
Israel mengatakan pihaknya telah memperingatkan akan adanya serangan terlebih dahulu sehingga warga sipil dapat melarikan diri, dan menuduh Hamas bersembunyi di daerah pemukiman.
Dalam perang darat, di mana Israel telah kehilangan 132 tentara, tank-tank maju lebih jauh ke kota selatan Khan Younis dan menembaki area pasar namun mendapat perlawanan sengit, kata warga.
Ribuan pejuang Hamas, yang berbasis di jaringan terowongan, melancarkan perang gerilya melawan tentara Israel.
“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus beroperasi melawan infrastruktur dan operasi teroris Hamas di Jalur Gaza,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Senin, (18/12/2023) bahwa 19.453 warga Palestina telah tewas dan 52.286 orang terluka sejak 7 Oktober.
(Rahman Asmardika)