Di sisi lain Immanuel Ebenezer mengatakan bahwa, Gibran bisa saja mengindahkan ajakan debat para mahasiswa, selagi jadwal yang ditentukan tidak bentrok dengan kegiatan kampanye.
"Ya selama agenda itu pas dan memungkinkan siapa yang tidak mau? Mas gibran itu bukan karakter anti debat, tapi beliau juga melihat agendanya juga dong," katanya.
"Gausah sekelas mas Gibran, kita aja sebagai jubir tim kampanye aja kadang kadang repot menghadpi undangan undangan yang kadang kita tidak penuhi. Itu tidak bisa dijadikan dasar kekecewaan, langsung ambil kesimpulan bahwa mas Gibran takut debat, ga semudah itu," sambungnya.
(Angkasa Yudhistira)