JAKARTA - Luiz Inacio Lula da Silva dinyatakan unggul dalam pemilihan presiden Brasil, setelah mengalahkan pesaingnya, Senator Jair Bolsonaro. Kemenangan tersebut menandai kebangkitan politik Lula setelah persaingan ketat dalam pemilihan yang berlangsung sengit.
Berdasarkan data resmi badan pemilihan Brasil, Lula meraih 51,75% suara dengan 98,76% suara telah dihitung. Sementara itu, Bolsonaro memperoleh 48,25% suara.
Analis politik Fernando Brancoli mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa kemenangan Lula merupakan sebuah kebangkitan politik yang luar biasa. Menurutnya, hasil tersebut menjadi kejutan setelah Lula sebelumnya tertinggal dari Bolsonaro pada putaran pertama.
“Skala pembalikan ini sangat mencolok,” kata Brancoli, dilansir dari Al Jazeera, Senin (26/10/2026).
Ia menambahkan, Lula berhasil mematahkan berbagai prediksi, termasuk dari sejumlah pihak di kubunya sendiri yang meyakini Bolsonaro akan memenangkan pemilihan.
Meski berhasil kembali merebut kursi kepresidenan, Lula menghadapi tantangan besar dalam menjalankan pemerintahannya. Ia diperkirakan harus berhadapan dengan parlemen yang lebih konservatif, sehingga ruang geraknya untuk merealisasikan agenda politik berpotensi terbatas.