“Dulu waktu saya sekolah, tempat kos saya itu hanya anyaman bambu. Rumahnya sederhana sekali, tidak ada listrik,” kata Mahfud mulai bercerita.
Mahfud menjelaskan kalau di tempat kosnya itu memiliki kamar yang sempit dan tidak ada listrik. Penerangannya hanya ada dari lampu ‘templok’ yang mengeluarkan cahaya kuning.
“Sementara kuburan Cina mewah waktu itu. Pakai porselen, ada lampunya, ada yang bersihkan,” lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.
Kondisi kuburan Cina yang disebut Mahfud mewah itu akhirnya menjadi tempat belajar tiap malam. Di sela-sela belajarnya, seringkali Mahfud tertidur karena merasa nyaman.
“Saya tidur di situ sambil belajar, maksudnya bukan untuk tidur, tapi untuk belajar, tidak usah bayar listrik dan tidak menakutkan,” kata Cawapres pasangan Capres Ganjar Pranowo ini.