"Nah, pertanyaannya pasti kan pendidikan seperti apa? Waktu ide saya vokasi SMK itu, karena sekolahnya 3 tahun. Dari 3 tahun ini kita coba hubungkan dengan perusahaan-perusahaan, sehingga dia bisa praktik, bisa ikut magang, dan barangkali direkrut di sana. Sehingga ini konsep sekolah langsung kerja itu sebenarnya. Ini pengalaman yang cukup, ini contoh saja," tuturnya.
Ganjar Pranowo menyebutkan seorang calon pemimpin yang baik harus memahami apa yang diharapkan oleh masyarakat atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi.
"Kita bisa mendengarkan suara masyarakat, tapi pada sisi lain kita bisa merasakan. Kalau mau tidur di rumah rakyat dan mendengarkan, ya rasakan di sini. Maka dia akan tahu kondisinya, dia akan tahu ceritanya, dari hati ke hati kesehariannya begitu. Maka kita kadang-kadang enggak perlu mendengarkan suaranya, silahkan dirasakan saja. Itulah sebenarnya cara kita melihat, membaca untuk kemudian kita adopsi menjadi sebuah kebijakan," pungkas Ganjar Pranowo.
(Angkasa Yudhistira)