YAMAN - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menyerang lebih dari 60 sasaran di 16 lokasi yang digunakan oleh pemberontak Houthi di Yaman.
Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/1/2024) malam mengatakan serangan ini termasuk pusat komando dan kontrol, depot amunisi, sistem peluncuran, fasilitas produksi dan sistem radar pertahanan udara.
Lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi digunakan dalam serangan tersebut.
“Kami tetap berkomitmen kepada mitra penting kami di seluruh Timur Tengah untuk mempertahankan diri dari kelompok milisi yang didukung Iran, termasuk militan Houthi, dan ancaman yang mereka timbulkan terhadap keamanan dan stabilitas regional,” kata Komandan Pusat Angkatan Udara AS Letjen Alex Grynkewich.
Seperti diketahui, militer AS dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap beberapa sasaran Houthi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi pada Kamis (11/1/2024).
Seorang pejabat AS dan Inggris mengatakan kepada CNN, serangan tersebut berasal dari jet tempur dan rudal Tomahawk.
Pejabat AS mengatakan lebih dari selusin target Houthi dihantam oleh rudal yang ditembakkan dari udara, permukaan, dan sub-platform dan dipilih karena kemampuan mereka untuk melemahkan serangan berkelanjutan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Tempat-tempat tersebut termasuk sistem radar, tempat penyimpanan dan peluncuran drone, tempat penyimpanan dan peluncuran rudal balistik, serta tempat penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah.
Houthi menegaskan jika serangan udara yang dilancarkan AS dan Inggris tidak akan mengurangi dukungan mereka terhadap Gaza.
Houthi mengatakan mereka akan terus menyerang kapal-kapal di Laut Merah yang menuju atau berhubungan dengan Israel.
"Kami menegaskan bahwa sama sekali tidak ada pembenaran atas agresi terhadap Yaman ini, karena tidak ada ancaman terhadap navigasi internasional di Laut Merah dan Laut Arab,” terang juru bicara kelompok Houthi, Mohammed Abdulsalam.
(Susi Susanti)