Ibu kotanya yang pertama adalah Tamwlang. Nama ini terdapat pada akhir Prasasti Turyyān tahun 851 Saka atau sama dengan 929 M. Letak Tamwlang sendiri hingga kini hanya ditemui di dalam Prasasti Turyyan itu saja, mungkin di dekat Jombang sekarang, di sana masih ada Desa Tambelang.
Pu Sindok sekurang-kurangnya memerintah sejak tahun 929 M sampai dengan 948 M. Dari masa pemerintahannya didapatkan sekitar 20 prasasti yang sebagian besar tertulis di atas batu. Tapi peneliti Belanda C.C. Berg menyebut semua prasasti atas nama raja Mpu Sindok itu adalah prasasti palsu, yang dibuat oleh para pujangga raja Dharmmawangsa Airlangga.
Sebab, raja ini memerlukan pengesahan (legitimasi) dengan menciptakan leluhur (wangsakara). Untuk itu para pujangga memilih nama seorang pejabat tinggi dalam zaman Mataram sewaktu masih berpusat di Jawa Tengah, yaitu Mpu Sindok. Silsilah raja Dharmmawangsa Airlangga kemudian diumumkan di dalam Prasasti Pucangan.
(Khafid Mardiyansyah)