JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau bagi seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini.
“Waspadai potensi tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi,” demikian pernyataan BPBD DKI Jakarta di akun Instagram @bpbddkijakarta, Senin (15/1/2024).
Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat sejumlah wilayah di Ibu Kota berada di zona menengah potensi terjadinya tanah longsor di antaranya Jakarta Pusat yang meliputi wilayah Menteng.
BACA JUGA:
“Jakarta Selatan meliputi wilayah kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu serta Pesanggrahan,” tulis BPBD.
Sementara untuk wilayah lainnya yakni Jakarta Timur yang meliputi Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Matraman, Pasar Rebo dan Pulogadung.
“Sedangkan zona menengah dapat terjadi gerakan tanah apabila curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali,” ujarnya.
Oleh karena itu, BPBD menganjurkan kepada seluruh Camat, Lurah hingga masyarakat untuk selalu mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.
BACA JUGA:
“Melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya longsor,” ungkapnya.
“Membuat bronjong dan turap mandiri apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser,” pungkasnya.
(Salman Mardira)