Mahfud MD : Masyarakat Sudah Dengar soal Presiden Dukung Salah Satu Paslon

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Jum'at 26 Januari 2024 11:50 WIB
Mahfud MD di acara Tabrak Prof di Lampung (Foto: TPN Ganjar-Mahfud)
Share :

JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri acara Tabrak Prof di Lampung, Kamis (25/1/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Mahfud memberikan jawaban tegas kala ditanya terkait independensi seorang presiden dan soal etika.

Mulanya, mahasiswa UIN Raden Intan, Yafril Mahesa mempertanyakan independensi dari seorang presiden yang secara terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon (paslon) di Pemilu 2024.

Mahfud yang mendapat pertanyaan tersebut, mempersilahkan masyarakat menilai sembari melihat perkembangan ke depannya.

 BACA JUGA:

"Soal presiden mendukung salah satu paslon, nah masyarakat sudah mendengar, ini pendapat masyarakat, pendapat pakar, pendapat berbagai ahli sudah muncul, nanti kita lihat perkembangannya," kata Mahfud.

Kemudian, salah satu moderator mendalami pembahasan tersebut. Ia menyampaikan, saat ini banyak ibu-ibu yang khawatir tentang lahirnya generasi-generasi minus adab.

"Sekarang ini, Prof, banyak emak-emak, mamak-mamak khawatir tentang lahirnya generasi yang minus akan adab, etika dan generasi yang tidak tahu sopan santun," ucap moderator tersebut.

Mahfud pun menekankan, kita tidak bisa membiarkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang minus adab. Bagi Mahfud, itu dosa besar kepada bangsa.

 BACA JUGA:

"Membiarkan emak-emak dan ibu-ibu untuk melahirkan anak-anak yang tidak berahlak itu adalah satu dosa besar kepada bangsa ini. Bangsa ini akan hancur mana kala generasi mendatang itu tidak punya etika dan tidak punya ahlak," ungkap Mahfud.

Mahfud meyakini, ketidakpunyaan etika dan ahlak memiliki makna tersendiri. Sebab, sebenarnya selalu saja itu semua berbarengan dengan sifat-sifat koruptif.

"Siapapun orang yang tidak punya etika, ahlak dan moral pasti di belakangnya ada tindakan-tindakan korupsi yang dilakukan dalam berbagai bentuknya," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan jangan sampai membiarkan anak-anak muda tidak terjerumus. Terutama, ibu-ibu yang jadi pencetak generasi penerus di Indonesia.

 BACA JUGA:

"Itu bertentangan dengan budaya Indonesia, bertentangan dengan ajaran agama, bertentangan juga dengan tata hukum Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, Tabrak Prof yang digelar di Bento Kopi Lampung berjalan sukses. Masyarakat lintas generasi hadir untuk bisa menabrak langsung Mahfud dengan pertanyaan.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya