JAKARTA – Karomah Sunan Bonang yang mampu belokan aliran Sungai Brantas hingga ubah tasbih jadi pohon akan dibahas lengkap dalam artikel ini.
Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sunan Bonang. Ia merupakan salah satu dari sembilan wali yang berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.
Sebagai seorang waliullah dalam berdakwah kerap kali Sunan Bonang menggunakan karomahnya atau kesaktiannya.
Dalam buku “Sunan Bonang Wali Keramat: Karomah, Kesaktian, dan Ajaran - Ajaran Hidup Sang Waliullah karya Asti Musman", diceritakan pada saat itu Sunan Bonang sedang dalam perjalanan menuju pedalaman Kediri untuk berdakwah.
Pada masa itu wilayah Kediri masih sangat sulit ditaklukkan karena pengaruh ajaran Buddha dan Hindu sangat kuat di sana. Sehingga Sunan Bonang memutuskan untuk menggunakan cara yang cukup ekstrem.
Membelokan Aliran Sungai Brantas
Karena banyak yang enggan menerima dakwahnya dan berbagai tantangan yang ia dapatkan dari masyarakat Kediri, membuat Sunan Bonang terpaksa mengubah aliran Sungai Brantas.
Berkat karomahnya, aliran Sungai Brantas pun bisa dikendalikan oleh Sunan Bonang. Ia membuat beberapa daerah di Kediri kekeringan, namun di sebagian wilayah justru terjadi banjir, sehingga banyak pertanian masyarakat yang gagal panen.
Mengubah Tasbih Jadi Pohon
Karomah ini bermula pada saat Sunan Bonang tengah berdzikir di halaman masjid. Namun seketika tasbih yang ia gunakan terputus, sehingga biji tasbih pun berserakan di tanah. Sunan Bonang mencari biji-biji tasbih tersebut. Melihat hal itu, para santrinya bergegas membantu untuk mencari dan mengumpulkan biji-biji tasbih.
Akhirnya biji tasbih tersebut terkumpul dan dirangkai kembali, namun ada biji tasbih yang hilang, karena awalnya tasbih berjumlah 100 biji tinggal 99 biji saja. Satu biji tasbih yang hilang pun dicari kembali, namun tak kunjung ditemukan.