NGAWI - Satlantas Polres Ngawi memastikan korban tewas bertambah satu orang sehingga total jumlah tewas dalam peristiwa kecelakaan Bus Trans Jaya yang mengangkut Satgas Hanura menjadi tiga orang.
Polisi juga merilis penyebab kecelakaan karena diduga sopir mengantuk dan hilang kendali saat mendahului kendaraan di depannya.
Kecelakaan tersebut terjadi di ruas Tol Ngawi-Solo Km 554 Mantingan, Kabupaten Ngawi. Adapun satu korban yang tewas itu, sopir Bus Trans jaya, Chantur Phancoro, warga Sidoarjo yang sedang menjalani perawatan Rumah Sakit Widodo Ngawi.
Sebelumnya, dua orang tewas di tempat telah teridentifikasi atas nama Hadi Umar Farouq, warga Mojokerto dan Aditya Sapulete, warga Lamongan. Mereka telah dievakuasi ke kamar jenazah RS Soeroto Ngawi.
Sedangkan korban luka tercatat 12 orang yang kini dirawat di tiga rumah sakit salah satunya sebuah rumah sakit di Sragen, Jawa Tengah.
Dari CCTV Jasa Marga Tol Ngawi, diketahui bus terguling sesaat setelah mendahului sebuah truk di lajur kiri. Namun, diduga sopir ngantuk bus tersebut hilang kendali hingga terguling.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Yudi Irawan mengatakan, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengevakuasi bangkai bus dan membersihkan barang penumpang yang berserakan di sekitar TKP.
Bus Trans Jaya menganggkut 50 Satgas kampanye dari Gelora Bung Karno, Jakarta mengalami kecelakaan saat kembali menuju Surabaya pada Minggu (4/2/2024) pagi.
(Arief Setyadi )