RAJA KERTANEGARA memerintah Kerajaan Singasari dibantu dengan beberapa pejabat istana lainnya. Selama memerintah di Singasari, Kertanagara dibantu tiga pejabat utama setingkat mahamenteri, yakni Mahamenteri Hino, Mahamenteri Halu, dan Mahamenteri Sirikan.
Selain dibantu oleh tiga mahamenteri Kertanegara juga menyalurkan kepada Tanda Urusan Negara yang terdiri Patih, Demung, dan Kanuruhan. Satu dari beberapa pembesar kerajaan yang begitu disayangi Kertanegara yakni Mpu Raganata, yang menjabat sebagai mahamenteri.
Konon dari beberapa mahamenteri, satu mahamenteri yang kerap berseberangan dengan Kertanegara, bernama Mpu Raganata. Meski kerap berseberangan dengan Kertanegara, Mpu Raganata terkenal sebagai seseorang yang bijak dan cakap dalam melaksanakan tugasnya, dikutip dari "Babad Tanah Jawi" tulisan Soedjipto Abimanyu.
Mpu Raganata selalu memberikan nasehat - nasehat dan beragam saran apabila Raja Kertanegara mengalami kesulitan dalam pemerintahannya. Tanpa tedeng aling-aling, ia berani mengemukakan pendapat dan keberatan - keberatannya terhadap sikap dan kepemimpinan Kertanegara. Hal inilah yang tidak disukai oleh Kertanegara, yang lebih mengagungkan kekuatannya sendiri.
Dari sanalah Mpu Raganata menjadi salah satu pejabat yang dirotasi oleh Kertanegara. Dia diberhentikan dari jabatannya sebagai mahamenteri dan diangkat sebagai Adhyaksa di Tumapel. Kertanegara menunjuk sosok Mahesa Anengah dan Panji Anggragani, sebagai pengganti Raganata.