Tahun ini pun Eko pun meyakini hasilnya akan akurat, karena secara metodologi Quick Count sudah teruji dalam beberapa kali pemilu. "Akurasi bisa didapat dari disiplin metodologi yg ketat , dan pengelolaan yg profesional," ujar Eko.
Meski hasil akhir tetap menunggu hasil resmi KPU. Menurut Eko, Quick Count sudah bisa jadi rujukan awal, " Quick count adalah keajaiban dari aplikasi ilmu statistik, ini adalah salah satu tools dalam mengawal demokrasi" ujarnya
Eko menegaskan, publik tidak perlu meragukan Cyrus Network, CSIS ataupun lembaga-lembaga lain yang tergabung dalam Persepi (Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia). "Dalam kontestasi yg panas dan seketat apa pun kami tetap menjaga integritas untuk tetap memelihara kepercayaan publik, "pungkas Eko Galan.
(Khafid Mardiyansyah)