Pada tahun 2023, BRGM juga telah mendukung pelaksanaan operasi TMC di 6 provinsi yaitu di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan total durasi 59 hari.
Sementara Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab mengatakan, berdasarkan analisis dan prediksi ENSO dan IOD, El Nino Moderat masih bertahan di Bulan Januari 2024. Indeks ENSO diprediksi turun secara perlahan menuju Netral pada Bulan April 2024. Sementara itu, IOD Netral diprediksi terus bertahan pada Semester I 2024.
Berdasarkan jumlah Zona Musim, sebanyak 76% wilayah Indonesia masih mengalami musim hujan, sebagian mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) Sangat Pendek (1-5 hari).
Namun, masih terdapat HTH sangat panjang tercatat selama 42 hari di Pos Jangka, Kab. Bireuen, Aceh.
Pada periode Juni - Agustus 2024, curah hujan rendah sudah mulai terjadi di Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian besar Kalimantan.
Potensi karhutla berdasarkan kondisi iklim berpotensi terjadi di Riau pada Bulan Februari dan pada musim kemarau kedua (Juni - Juli 2024). Pada bulan Agustus 2024, umumnya pada kriteria menengah dan tinggi berpotensi terjadi di Sumatera Selatan, utara Lampung, sebagian besar Jawa dan Nusa Tenggara, serta Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Sedangkan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Fajar Setyawan mengatakan, persiapan Rencana Operasional Kedaruratan Bencana Dalkarhutla, bahwasanya refleksi Tahun 2023 jumlah total bencana yang ditangani oleh BNPB itu 5.400 kali sehingga kalau dibagi 364 hari rata-rata per hari 15 kali bencana dengan bermacam bencana yang mendominasi adalah bencana karhutla sebanyak 2.051 kali kejadian.
Sehingga pada tahun 2023, porsi yang paling masif penanganan yaitu kebakaran hutan dan lahan.
Adapun pengaruh fenomena regional terhadap bencana lokal yakni peningkatan suhu global akan meningkatkan frekuensi fenomena regional, peningkatan frekuensi fenomena regional yang berdampak pada peningkatan intensitas kejadian dan dampak bencana lokal, dan kejadian bencana hidrometeorologi kering (kekeringan, karhutla, pencairan es di Kutub), emisi CO2 akibat karhutla akan meningkatkan suhu global.
Disebutkan oleh Fajar, terdapat 6 wilayah provinsi prioritas kegiatan penanganan karhutla tahun 2023 yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Daerah lainnya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, serta penanganan bencana kebakaran Gunung Arjuno dan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Selanjutnya, perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Yoyok Ary Nugroho juga menambahkan, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, salah satu tugas Panglima TNI adalah membantu Kepala BNPB dengan mengerahkan kekuatan TNI untuk pemadaman karhutla.
TNI telah mengerahkan lebih dari 1.500 personil di Sumatera dan Kalimantan untuk meningkatkan upaya pengendalian karhutla. Selain itu, TNI juga mendukung pengendalian karhutla dalam bentuk penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista) berupa 3 jenis helikopter dalam pelaksanaan operasi TMC.
(Khafid Mardiyansyah)