Kisah LB Benny Moerdani Ditodongkan Senjata oleh Sersan Kopassus

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 29 Februari 2024 07:07 WIB
LB Benny Moerdani (Foto: Ist)
Share :

Dalam sejumlah rapat yang digelar diputuskan pasukan Siliwangi dan RPKAD akan bertemu di Kranji, Bekasi. Saat itu, Mayor Djaelani membawa peleton Kompi A di mana komandan kompinya adalah Benny Moerdani.

Sementara Benny tidak ikut karena sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Cimahi. Setibanya di Kranji, Djaelani tidak mendapati pasukan Divisi Siliwangi. Djaelani pun memutuskan untuk kembali ke Batujajar, Bandung. Kegagalan ini karena A.H Nasution telah mengetahui rencana penculikan dirinya.

Informasi tersebut diperoleh dari perwira intelijen Letkol Soekendro yang disusupkan sejak lama. Persis pada hari H, Nasution melucuti para perwira yang bersimpati pada gerakan itu di antaranya membebastugaskan dua tokoh utama penculikan yakni Kemal Idris dan Soewarto.

Termasuk Kolonel Sukanda Bratamanggala dan Kolonel Sapari. Meski gagal, Djaelani tetap pada rencana awal dan meneruskan upaya penculikan tersebut.

Bahkan, Zulkifli Lubis yang datang langsung ke Batujajar mendorong Djaelani dan RPKAD untuk menajamkan rencananya tersebut. Di hadapan para perwiranya, Djaelani memberikan waktu 2x24 jam untuk berpikir ikut atau tidak dalam gerakan ini. Djaelani juga menginstruksikan kepada jajarannya untuk berkumpul di kantor komandan.

Pagi hari, tepatnya 26 November 1956 sekitar pukul 06.00 WIB rentetan tembakan memecah kesunyian Kompleks Asrama RPKAD di Batujajar, Bandung. Pasukan Kompi B yang tidak setuju dengan gerakan penculikan mengamuk. Mereka terlibat baku tembak dengan perwira Kompi A.

Tidak berhenti sampai di situ, pasukan yang marah kemudian mencari keberadaan Djaelani, komandannya yang ketika itu berada di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya