JAKARTA - Jayabaya yang memerintah Kerajaan Kediri pada 1135-1159 terkenal sebagai seorang raja bijaksana dengan kemampuan meramal masa depan. Bahkan, ada ramalannya tentang pemimpin bangsa.
Dirangkum dari berbagai sumber, Jayabaya dalam ramalannya menguak karakteristik seorang pemimpin bangsa yang dianggap benar. Setidaknya dalam ramalannya disebutkan, seorang pemimpin harus memiliki sejumlah sifat.
Berpengetahuan dan bijaksana, Jayabaya menyebutkan, seorang pemimpin bangsa harus memiliki pengetahuan yang luas dan kebijaksanaan dalam membuat keputusan. Kemudian, harus adil dan bijaksana, seorang pemimpin bangsa harus memimpin dengan keadilan dan bijaksana, menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
Kemudian, menjaga kerukunan dan persatuan. Seorang pemimpin bangsa harus memiliki kemampuan untuk memelihara kerukunan dan persatuan di antara rakyat adalah tugas krusial seorang pemimpin.
Selanjutnya melindungi rakyat dari segala ancaman, di mana pemimpin yang benar harus memiliki komitmen untuk melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemimpin bangsa harus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui kebijakan yang tepat.
Ramalan Jayabaya mengenai pemimpin bangsa yang benar sepenuhnya mencerminkan realitas. Pemimpin yang adil dan bijaksana dapat membimbing bangsa menuju kemajuan.
Namun, merealisasikan pemimpin bangsa yang benar bukanlah hal yang sederhana. Diperlukan pendidikan politik yang memadai agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang sesuai.
Dalam ramalan Jayabaya ada pesan mengenai pemimpin bangsa yang benar untuk selalu berjuang menciptakan pemimpin yang memenuhi kriteria. Pemimpin yang benar akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Adapun sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pemimpin bangsa yang benar, di antaranya meningkatkan pendidikan politik yang baik akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilih pemimpin dengan penuh pertimbangan.
Kemudian, meningkatkan partisipasi politik yang tinggi akan membuat masyarakat lebih aktif dan terlibat dalam menentukan pemimpin.
Selanjutnya menciptakan iklim demokrasi yang sehat akan menciptakan persaingan yang adil dalam pemilihan pemimpin.
(Arief Setyadi )