AMMAN - Kelompok Hizbullah Lebanon mengatakan mereka melakukan serangan pesawat tak berawak atau drone pada Senin (11/3/2024) terhadap pos pertahanan udara Israel di seberang perbatasan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Dilaporkan bahwa serangan yang jarang terjadi, di mana mereka mengerahkan empat drone, mencapai sasaran mereka dengan akurat dalam apa yang disebutnya sebagai operasi lain untuk mendukung kelompok militan Palestina di Gaza.
Dikutip Reuters, Israel diketahui merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1967. Hizbullah yang bersekutu dengan Iran dan militer Israel telah saling baku tembak di sepanjang perbatasan selatan Lebanon sejak Oktober 2023 ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel untuk mendukung sekutunya di Palestina, Hamas, yang berperang dengan Israel di Jalur Gaza.
Serangan Israel sebagian besar terbatas pada wilayah perbatasan selatan Lebanon, meskipun mereka bergerak lebih jauh ke utara dalam beberapa minggu terakhir.
Hizbullah pada bulan lalu mengatakan mereka menembakkan roket ke sasaran yang sama di Dataran Tinggi Golan.
Kelompok bersenjata ini telah beberapa kali menggunakan rudal permukaan-ke-udara sejak 7 Oktober untuk menargetkan pesawat Israel. Mereka juga telah meluncurkan drone pengintainya sendiri ke Israel utara.
Militer Israel mengatakan dua sasaran udara musuh yang melintasi Lebanon ke wilayah Israel di wilayah utara Golan jatuh di wilayah terbuka.
Dilaporkan juga bahwa pesawat tempur Israel menyerang situs militer Hizbullah di daerah perbatasan Jibbain dan semalam menyerang pos terdepan Hizbullah lainnya di daerah Taybeh.
Tiga pejuang kelompok militan Islam Lebanon Jamaa Islamiya, sekutu Hizbullah, yang tewas dalam serangan Israel di Lebanon selatan pada Minggu (10/3/2024) telah dimakamkan pada Senin (11/3/2024).
Lebih dari 60 warga sipil tewas dalam penembakan Israel di Lebanon, bersama dengan lebih dari 200 pejuang Hizbullah, menurut sumber medis dan keamanan.
(Susi Susanti)