Menurut Ical, ada cara lain jika Jokowi dan Gibran ingin jadi petinggi Golkar tanpa harus jadi pengurus selama 5 tahun. Caranya adalah mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Golkar. Itu dapat saja dilakukan jika ada persetejuan dari para pimpinan partai di seluruh provinsi.
BACA JUGA:
Ditemui ditempat yang sama, pendapat berbeda disampaikan Wakil Ketua Umum Dpp Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Menurut Ahmad Doli, Jokowi tidak perlu menjadi pimpinan Golkar atau partai koalisi lainnya. Jokowi seharusnya menjadi pimpinan tertinggi semua partai di Indonesia termasuk Golkar setidaknya sampai 20 Oktober 2024.
Dengan statusnya sebagai Bapak Bangsa, kata Doli, Jokowi harus berada di atas semua partai politik.
(Salman Mardira)