UKRAINA - Rusia menegaskan setiap pertemuan puncak perdamaian global mengenai Ukraina yang tidak melibatkan Rusia adalah tindakan yang tidak masuk akal dan akan gagal. Hal ini diungkapkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Selasa (26/3/2024).
Peskov juga mengatakan kepada outlet berita Argumenty I Fakty bahwa Rusia melakukan perang selama dua tahun terhadap Ukraina untuk melindungi diri dari Barat.
“Dapatkah masalah Ukraina diselesaikan tanpa partisipasi Rusia? Jawabannya jelas, tidak bisa,” kata Peskov dalam wawancara yang dilakukan pada Kamis (21/3/2024) lalu, sehari sebelum penembakan massal di gedung konser di luar Moskow, dikutip Reuters.
“Karena Ukraina telah berubah menjadi sebuah instrumen di tangan kolektif Barat yang dengan bantuannya mereka bermaksud untuk memberikan tekanan lebih besar pada Rusia, menahan Rusia dan meninggalkannya di pinggiran pembangunan. Dan, haruskah mereka berhasil, untuk menyelesaikannya,” lanjutnya.
Seperti diketahui, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah menyerukan diadakannya pertemuan puncak perdamaian internasional, dan awal tahun ini Swiss mengatakan akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, dan tanggal serta rinciannya sedang dibahas.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengecam rencana perdamaian Ukraina yang menyerukan penarikan pasukan Rusia dan pemulihan perbatasan Kyiv pada 1991, termasuk Krimea, yang direbut dan dianeksasi oleh Rusia pada 2014.
(Susi Susanti)