JAKARTA – Anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio bergabung menjadi tentara bayaran di Rusia untuk ikut perang di Ukraina. Rio ternyata sudah dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai personel Kepolisian.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengungkapkan bahwa, Bripda Rio telah beberapa kali menjalani sidang etik terkait dengan beberapa dugaan pelanggaran.
"Secara akumulatif, yang bersangkutan telah satu kali disidang KKEP atas kasus perselingkuhan, kemudian dua kali disidang KKEP atas kasus disersi dan dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia. Artinya, yang bersangkutan telah tiga kali menjalani sidang, dengan putusan terakhir berupa PTDH," kata Joko dikutip Minggu (18/1/2026).
Bripda Rio dikenakan Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 4 huruf a dan e serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a, b, dan c, serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri.
Joko juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto dan video, data paspor, serta data penumpang pesawat.
Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan tercatat melakukan perjalanan dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG) pada 18 Desember 2025.