Ali Moertopo tidak hanya berperan dalam merancang program pembangunan lima tahun (Pelita) yang terkenal, tetapi juga memainkan peran penting dalam menekan aspirasi politik yang berbeda. Semua ini mencerminkan gagasan-gagasan strategis dari seorang tentara yang memiliki latar belakang intelijen, namun juga seorang pemikir dan analis yang visioner.
Melalui karya-karya seperti bukunya yang berjudul Dasar-dasar Pemikiran tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun (1972), Ali Moertopo mampu memengaruhi kebijakan pembangunan nasional jangka panjang. Strategi-strategi pembangunan yang diusungnya tetap menjadi landasan kebijakan pemerintahan hingga dekade 90-an, di mana Soeharto masih tetap mengacu pada tahap-tahap pembangunan yang dirumuskan secara resmi.
Selain itu, pandangan bahwa Ali Moertopo adalah "patih" dari raja Orde Baru menyoroti peran pentingnya dalam struktur kekuasaan. Sebagai sosok yang memiliki kompetensi di bidang intelijen, Ali Moertopo berhasil mengonsolidasikan dan memperkuat kontrol pemerintah atas berbagai aspek kehidupan politik dan sosial di Indonesia.
Karya-karya dan pandangan Ali Moertopo tidak hanya diterima di tingkat nasional, tetapi juga mencapai pengakuan internasional. Ini menunjukkan pengaruhnya yang luas dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang memengaruhi arah pembangunan negara.
Meskipun era Orde Baru telah berakhir, warisan pemikiran dan kontribusi Ali Moertopo akan terus digunakan untuk membentuk landasan pemahaman yang penting bagi perkembangan Indonesia hingga saat ini.
(Khafid Mardiyansyah)