Kisah Raden Patah, Raja Pertama Demak dari Seorang Selir Keturunan Tionghoa

Farhan Muhammad Gunawan, Jurnalis
Kamis 28 Maret 2024 06:00 WIB
Raden Patah (Foto: istimewa/Okezone)
Share :

Dari belajari di Ampel Dentalah yang membentuk jaringan dan pertemanan Raden Patah meluas. Bahkan dikutip dari buku "Hitam Putih Kesultanan Demak: Sejarah Kerajaan Islam Pertama di Jawa dari Kejayaan Hingga Keruntuhan" karya Fery Taufiq, ia berkenalan dengan saudagar kaya utusan Cina Laksamana Cheng Ho atau yang dikenal juga dengan Dampo Awang atau Sam Poo Tai Jin.

Semasa di Ampel Denta, ia belajar agama islam dengan beberapa pemuda lainnya seperti Raden Paku yang kelak menjadi Sunan Giri, Makhdum Ibrahim yang kelak menjadi Sunan Bonang, dan Raden Kosim atau Sunan Drajat. Setelah dianggap lulus, Raden Patah dipercaya menjadi ulama dan membuat permukiman di Bintara.

Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan daerah Bintara ini menjadi ramai, bahkan menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Dari sanalah akhirnya dikisahkan para penyebar agama Islam di Pulau Jawa Walisongo merencanakan sebagai pusat kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Raden Patah pun diangkat menjadi raja pertama Kesultanan Demak pada 1478 hingga 1518 Masehi. Selama Raden Patah berkuasa, penyebaran islam semakin meningkat dan tersebar luas. Dibantu Walisongo, pengembangan Islam begitu cepat, ditambah Raden Patah sendiri yang kini sudah menadi ulama menerapkan musyawarah dan kerja sama melibatkan ulama dan pemerintah Demak.

Keberhasilan Raden Patah dalam memperluas wilayah kekuasaan Demak dapat dilihat dari penaklukan Girindra Wardhana saat menjadi raja di Majapahit, pada tahun 1478 M.

Selain itu Raden Patah juga mengadakan perlawanan terhadap penjajahan bangsa Portugis, yang telah menduduki Selat Malaka dan ingin mengganggu Kesultanan Demak. Ia mengutus para pasukan di bawah pimpinan putranya Pati Unus atau Adipati Yunus yang juga disebut Pangeran Sabrang Lor menyerang Portugis, meski pada akhirnya gagal.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya