Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Herzi Halevi menyebut insiden itu sebagai kesalahan besar dan mengatakan hal itu seharusnya tidak terjadi. Dia menyalahkan serangan tersebut karena kesalahan identifikasi.
Seperti diketahui, lebih dari 196 pekerja bantuan telah terbunuh di Gaza sejak bulan Oktober, menurut Database Keamanan Pekerja Bantuan yang didanai AS, yang mencatat insiden kekerasan besar terhadap petugas bantuan. Tidak semua terbunuh saat menjalankan tugas.
Sebagian besar Jalur Gaza telah hancur akibat operasi militer Israel yang dimulai setelah orang-orang bersenjata pimpinan Hamas menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 253 orang.
Sekitar 130 sandera masih disandera, setidaknya 34 di antaranya diperkirakan tewas.
Lebih dari 32.916 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.
(Susi Susanti)