Pendukung Palestina di Belahan Dunia Demo Peringati Hari Al-Quds, Begini Sejarahnya

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Sabtu 06 April 2024 12:48 WIB
Pendukung Palestina demo peringati Hari Al-Quds, begini sejarahnya. (Ilustrasi/Al-Jazeera)
Share :

JAKARTA – Pada Jumat 5 April 2024, para pendukung Palestina di seluruh dunia memperingati Hari Al-Quds. Peringatan ini terjadi di tengah serangan Israel di Gaza, Palestina.

Apa itu Hari Al-Quds? Berikut penjelasan mengenai hari Al-Quds, sebagaimana melansir Al Jazeera, Sabtu (6/4/2024):

Hari Al-Quds adalah hari internasional tahunan untuk menyatakan dukungan terhadap Palestina dan menentang pendudukan Israel di wilayah Palestina. Demonstrasi besar diadakan, biasanya dimulai setelah salat Jumat berjamaah.

Pemimpin tertinggi pertama Iran, Ruhollah Khomeini, menetapkan Hari Quds pada 1979 tak lama setelah Revolusi Iran untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina dan menolak pendudukan Israel di Yerusalem Timur. Sejak itu, itu menjadi simbol perlawanan.

Beberapa pengamat mengklaim, acara tersebut diprakarsai oleh Iran untuk memajukan kepentingan politiknya dengan menggunakan proxy untuk melawan Israel dan negara-negara Barat.

Dalam pernyataannya pada Hari Quds tahun ini, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan acara tersebut “kini telah berubah menjadi simbol persatuan seluruh umat manusia”. Mereka juga mengecam Amerika Serikat dan negara-negara Barat karena memberikan dukungan kepada Israel dalam perangnya di Gaza.

Protes dan unjuk rasa massal yang damai diadakan di beberapa negara di dunia, khususnya di negara-negara dengan masyarakat pro-Palestina.

Demonstrasi Hari Quds terbesar diadakan di Pakistan, Iran, Irak, Lebanon, Yaman, Yordania, dan Tepi Barat yang diduduki. Sementara demonstrasi juga dapat terjadi di negara-negara lain seperti India, Bahrain, Afrika Selatan dan Maroko, menurut Crisis24 , sebuah kelompok intelijen global.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan orang juga berdemonstrasi di negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman dan Australia.

Tak hanya umat Islam, orang Yahudi dan Kristen juga ada yang ikut memperingati Al Quds. Para peserta demonstrasi terkadang juga meneriakkan slogan-slogan anti-Israel dan anti-Amerika Serikat, sambil membakar dan menginjak-injak bendera Israel.

Tahun ini, pemakaman besar-besaran juga akan diadakan di Teheran untuk anggota Garda Revolusi Iran yang tewas akibat serangan Israel di Damaskus, Suriah.

Iran juga menggunakan demonstrasi tersebut selama bertahun-tahun untuk menunjukkan kekuatan militernya. Pada 2022, Korps Garda Revolusi Islam memamerkan beberapa jenis rudal yang dikembangkan secara lokal, termasuk rudal Khaibar Buster terbaru, di berbagai wilayah di Teheran.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya