5. Pendeta Gilbert Meminta Maaf
Pendeta Gilbert Lumoindong meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas pernyataan yang menyebabkan kegaduhan sebelumnya. Dia pun menegaskan bahwa dirinya tidak ada maksud untuk menghina bahkan mengolok-olok umat Islam.
"Saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf karena kegaduhan yang ada. Beberapa catatan yang perlu saya garis bawahi yang pertama pasti tidak ada niat saya untuk mengolok-olok apalagi menghina, sama sekali tidak," ucapnya.
Dia mengaku sejak dini dibesarkan dengan beragama toleransi misalnya rumahnya di kampung di Tebet yang hanya 200 meter dari mesjid. Serta dirinya juga dibesarkan di SD Dewi Sartika yang mana kehidupannya yang cukup dekat dengan umat muslim.
"Lalu kemudian beberapa hal juga yang perlu diketahui yang kedua itu adalah ibadah interen yang tidak berlaku untuk Umum. Tetapi karena jemaat kita ada dua; ada jemaat gereja, ada jemaat online. Jadi otomatis ada di YouTube kami. Tetapi itu jelas ada tulisan ibadah Minggu. Jadi karena itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk umum," ucap dia.
6. Klarifikasi Pendeta Gilbert
Pendeta Gilbert Lumoindon pun menduga masyarakat melihat menggunakan kaca mata yang berbeda. Hingga pernyataannya di edit sedemikian rupa agar menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Tetapi yang pasti bahwa penjelasan itu bukan penjelasan yang lengkap. Penjelasan yang lengkap sebetulnya itu sebagai auto kritik umat kristiani di mana saya bilang bahwa ibadahnya orang muslim mislanya cukup setengah mati. Karena berat, sehari lima kali. Kita orang kristen seminggu sekali, udah itu seminggu sekalinya juga duduknya santai-santai," kata dia.
"Kalau ini (muslim) ada gaya-gayanya, gerakannya yang tidak boleh salah. Bahkan, saya garisbawahi terakhir bahwa lipat kaki buat Umat muslim biasa sekali sampai mungkin Pak JK yang usianya 82 tahun masih bisa lipat kaki gitu. Kita di gereja orang gereja 45 tahun masih bisa lipat kaki itu dah hebat. Karena apa? Karena ibadahnya paling santai," sambungnya.
Lebih lanjut, terkait zakat dalam kepercayaan umat kristen kata dia juga ada memberi sekitar 10 persen. Namun, berdasarkan pengetahuannya, umat muslim agak lebih gampang karena memberikan hartanya hanya sekitar 2,5 persen.
"Tapi setelah bicara sama Pak JK hari ini dia bilang 'oh salah pendeta, 2,5 persen itu cuma zakat. Belum infaq, belum sedekahnya, belum wakafnya. Itu lebih berat lagi. Jadi untuk itu sekali lagi saya minta maaf kegaduhan ini, tapi percayalah kebersamaan Indonesia selalu ada di hati saya dan di hati saya selalu ada persatuan karena dasar khotbahnya kalau didengar hari itu, itu justru tentang kasih, kasihlah sesamamu," tutur Gilbert sambil mencium tangan JK sebagai tanda permohonan maaf kepada umat muslim di Indonesia.