Sementara, paket 2 memiliki panjang 11 km dengan nilai kontrak Rp1,3 triliun. Progress fisiknya saat ini adalah 81,43 persen dengan penyedia jasa PT PP dan PT Nindya Karya (KSO).
Untuk paket 3 dibangun sepanjang 15,47 km dengan nilai kontrak Rp2,7 triliun. Saat ini progress fisiknya 72,71 persen dengan penyedia jasanya adalah KSO PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Brantas Abipraya.
“Tadi, kami sudah meninjau seluruh ruas Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino. Pada hari Rabu besok, akan kami lakukan penandatanganan PPJT," ujar Menteri Basuki.
Sehingga, lanjutnya, Mei 2024 nanti sudah bisa dikerjakan konstruksinya, termasuk Betung ke Bayung Lencir (Seksi 1-Seksi 2) sepanjang 118 km, dan dari Tempino ke Jambi/ Simpang Ness (Seksi 4) sepanjang 19 km.
"Insya Allah Bayung Lencir-Tempino-Simpang Ness/Kota Jambi dengan panjang 52 km sudah bisa operasional pada Kuartal Pertama 2025,” tuturnya.
konstruksi Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino. (Foto: dok Kementerian PUPR)