Raden Wijaya kemudian memindahkan ibu kota ke Trowulan, yang sekarang merupakan kecamatan di wilayah perbatasan Mojokerto-Jombang, Jawa Timur. Mengapa Raden Wijaya mengambil nama abhiseka Kertarajasa Jayawardhana, dijelaskan dalam prasasti tahun 1305 M bagian II30.
Dikatakan bahwa nama beliau terdiri dari beberapa suku kata yang dapat dipecah menjadi empat kata yakni: kerta, rajasa, jaya dan wardhana. Unsur kerta mengandung arti bahwa Raden Wijaya memperbaiki Pulau Jawa dari kekacauan, yang ditimbulkan oleh penjahat-penjahat dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat sama dengan matahari yang menerangi bumi.
Unsur rajasa mengandung arti bahwa Raden Wijaya berjaya mengubah suasana gelap menjadi terang benderang akibat kemenangannya terhadap musuh, dengan kata lain Raden Wijaya adalah penggempur musuh.
Unsur jaya mengandung arti bahwa Raden Wijaya mempunyai lambang kemenangan, berupa senjata tombak berujung mata tiga (Trisula muka), karena senjata itu segenap musuh hancur lebur. Sementara, unsur wardhana mengandung arti, bahwa Raden Wijaya menghidupkan agama, melipat gandakan hasil bumi, bagi kesejahteraan rakyatnya.
(Angkasa Yudhistira)