Saat menjadi raja itulah Mpu Manuku, kelak akan mampu membangkitkan kejayaan Dinasti Sanjaya yang sekian lama mengalami mati suri. Tak hanya itu, saat menjabat di Mataram, ibu kota Mataram dipindahkan ke Mamrati.
Kedua, membangun candi hindu Siwagrha. Pembangunan candi tersebut dimaksudkan oleh Mpu Manuku sebagai tandingan atas kedua candi Buddha, yakni Bhumisambhara dan Sewu. Pada hal kebijakan, Rakai Pikatan memberikan anugerah kepada kedua putranya, yakni Mpu Teguh, yang ahir dari selir Mpu Tamer, dan Dyah Lokapala, yang lahir dari permaisuri Pramodawardhani.
Mpu Manuku memberikan daerah Watuhumalang kepada Mpu Teguh. Sementara itu, Mpu Manuku menobatkan Dyah Lokapala sebagai raja Medang Dyah Lokapala yang telah menumpas pemberontakan Mpu Kumbhayoni.
(Angkasa Yudhistira)