MENGAJAR mengaji anak-anak di kelurahan Waromosio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, inilah keseharian yang dilakukan Nenek Hasina, di usianya yang menginjak 72 tahun, setiap pagi dan sore hari, rumah nenek hasina didatangi oleh puluhan anak-anak dari sekitaran rumahnya untuk datang belajar mengaji.
Namun siapa sangka, dari hasil mengajar ngaji sejak 50 tahun silam yang ditabung, nenek Hasina bisa mewujudkan mimpinya untuk bisa berhaji tahun ini. Selama bertahun-tahun tidak pernah mematok iuran ngaji kepada anak didiknya. Namun, orang tua secara suka rela yang memberikan uang ke nenek Hasina.
Uniknya, uang tersebut ditabung di bawah kasur di kamarnya. Setelah terkumpul sebanyak Rp25 juta, barulah nenek Hasina mendaftar ke Kantor Agama Kota Baubau untuk mendapatkan kursi dan setelah penantian selama 12 tahun, tepatnya di 2024, nama nenek Hasina akhirnya keluar sebagai peserta haji tahun ini.
Rencananya nenek Hasinah akan diberangkatkan pada 5 juni 2024 bersama 141 jemaah calon haji Kota Baubau dari Bandara Betoambari Baubau menuju ke Bandara Hasanuddin, Makassar.
Sementara itu pelaku industri kecil juga UMKM, dipercaya Kementerian Agama untuk memasok gelang khusus bagi jemaah haji Indonesia. Kesibukan semakin terasa di sebuah bengkel kecil di Desa Bakalan, Jepara, Jawa Tengah.