"Cuma waktunya kapan belum tahu, tapi yang jelas kami sudah siapkan untuk pengungsi-pengungsi," ujarnya.
Risma menjelaskan hingga saat ini Basarnas masih melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban-korban. Hingga pagi ini, Risma menyebut terdapat sebanyak 57 korban meninggal dunia atas bencana itu.
"Jadi terus bergerak. Basarnas terus mencari korban yang hilang cuma mungkin karena laharnya cukup deras sehingga perlu identifikasi," kata dia.
Sebelumnya, pasukan TNI Angkatan darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) diterjunkan untuk mencari korban banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi yang masih hilang di Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Mereka akan bergabung dalam operasi pencarian bersama Basarnas dan Brimob. Dandim O304/Agam Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho mengatakan, pasukan TNI akan melakukan kegiatan mencari korban banjir bandang lahar dingin yang masih hilang dan melakukan rehabilitasi rumah korban.
(Arief Setyadi )