JAKARTA - Gubernur Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Irjen Krisno Halomoan Siregar dipercaya sebagai VP Association of Police Training Institution in Asia (APTA) hingga tahun 2027.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Polri dan Akpol atas kepercayaan yang diberikan sebagai VP APTA selama tiga tahun. Kesempatan ini akan kami gunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan Kerjasama dengan Lembaga-lembaga pelatihan kepolisian di Asia untuk Bersama-sama menjaga keamanan dan mencegah kejahatan lintas negara,” ujar Krisno, Kamis (16/5/2024).
Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Akpol Bersama dengan Police University Mongolia dikukuhkan pada pertemuan tahunan ke-8 Majelis Umum General ke delapan (GAAM) Asosiasi Institusi Pelatihan Kepolisian se-Asia (APTA). Pertemuan ini berlangsung di People's Police Academy (PPA), Hanoi Vietnam 14 Mei hingga 17 Mei 2024.
Delegasi Akpol Republik Indonesia diwakili oleh Gubernur Akpol, Siregar sebagai pimpinan delegasi, Direktur Akademik Akpol, Koorspripim, dan Dankitar TK. IV.
Selain memilih Gubernur Akpol dan Police University Mongolia sebagai Vice President APTA hingga tahun 2027, pertemuan ini juga membahas dua agenda utama lain yakni menunjuk AKPOL sebagai tuan rumah kegiatan GAAM ke-9 tahun 2025 dan PASFA 2025 serta memilih Kembali Superintendent Jenderal Jae Young LEE yang juga merupakan Presiden dari KNPU sebagai Presiden APTA.
APTA adalah asosiasi institusi pendidikan dan pelatihan Kepolisian di Asia. Asosiasi ini bertujuan untuk menjalin kerja sama melalui pelatihan kepolisian untuk mengantisipasi dampak globalisasi dan ancaman global terutama kejahatan lintas negara.
Sementara itu, As SDM Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan keikutsertaan perwakilan Polri, khususnya di fungsi pendidikan, dalam kegiatan ini sejalan dengan misi pembentukan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2024.
"Dimulai dengan peningkatan kapasitas kemampuan polisi dalam negeri dengan studi komparasi, lalu juga pertukaran informasi dengan Akademi Kepolisian dari negara lain. Dengan demikian Polri, dalam pengelolaan SDM-nya mampu mengikuti perkembangan internasional," tutur Irjen Dedi.