Ia menyebutkan bahwa ada masalah dalam kegiatan study tour. Salah satunya, kata Dede, kegiatan study tour kerap diwarnai dengan praktik pemaksaan baik kepada siswa maupun wali murid.
"Umumnya terjadi itu ada sedikit pemaksaan. Kalau enggak ikut study tour katanya ijazah ditahan atau apa, ini kan sebenernya enggak boleh," ucap Dede.
"Tujuan utama dari study tour itu artinya adalah ya benar-benar melakukan study, bukan jalan-jalan. Nah ini yang harus kita review kembali melalui peraturan menteri pendidikan nantinya," imbuhnya.
(Fakhrizal Fakhri )