Kesal Bayinya Menangis Terus, Papah Muda Ini Banting Anaknya hingga Tewas

Era Neizma Wedya, Jurnalis
Senin 20 Mei 2024 10:43 WIB
Illustrasi (foto: dok freepik)
Share :

EMPAT LAWANG - Kejam, seorang ayah kandung di kabupaten Empat Lawang dengan tega mencekik dan membanting anak kandungnya yang masih berusia 1,5 bulan lantaran tidak berhenti menangis.

Diketahui pelaku bernama Firdaus (18) ayah di Empat Lawang yang dilaporkan telah membanting bayi usia 1,5 bulan hingga tewas. Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Lintang Kanan, Empat Lawang pada Kamis 16 Mei 2024.

Kapolsek Lintang Kanan, yakni Iptu S Silalahi mengungkapkan jika pelaku sempat kabur ke kebun namun setelah pengejaran berhasil ditangkap.

“Firdaus ini sempat kabur ke kebun, setelah kita kejar bersama aparat desa dan warga akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan kini akan kita serahkan ke Satreskrim Polres Empat Lawang,” katanya kepada wartawan, Senin (20/5/2024).

Hingga akhirnya Firdaus berhasil ditangkap oleh Tim Satreskrim Polres Empat Lawang tak lama setelah korban dikabarkan tewas pada Kamis, 16 Mei 2024 petang.

Sementara Reskrim Polres Empat Lawang AKP Alpian mengatakan bahwa hingga kini Firdaus tengah diperiksa intensif oleh Unit PPA untuk menentukan pasal yang menjerat pelaku.

“Pelaku masih kita diperiksa dan sedang didalami terkait tindak pidananya. Pasalnya terkait apa (apakah penganiayaan 351 KUHP, UU Perlindungan Anak atau UU KDRT),” katanya.

Dan diketahui bahwa selain membunuh anak kandungnya dengan cara dibanting, pelaku juga melakukan KDRT terhadap istrinya Septi (17).

Kejadian yang memang sempat menghebohkan Empat Lawang itu berawal dari pelaku Firdaus tidak tahan dengan bayinya yang terus menangis, anak tersebut menangis dan sang ayah menjadi marah. Lalu ibu korban, Septi meminta suaminya untuk menggendong anaknya, tetapi ditolak oleh pelaku.

Selanjutnya ibu korban pun menjadi marah namun ia langsung ditampar oleh suaminya itu, lalu sang ibu pergi ke sungai meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk diantar ke Desa Muara Danau. Sesampai di Muara Danau, Septi meminta agar anaknya diambilkan dari Desa Batu Ampar. Namun, saat ia sampai di sana, mereka menemukan tubuh anak tersebut sudah lebam diduga dianiaya oleh ayahnya sendiri.

Melihat kondisi bayi yang sudah lemas langsung dilarikan ke Puskesmas Muara Pinang, tetapi puskesmas menolak dan langsung merujuknya ke Rumah Sakit Empat lawang di Tebing Tinggi. Namun, sayangnya saat diperjalanan anak tersebut meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa pulang dan dimakamkan di Desa Lesung Batu pada pukul 18.30 WIB.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya