Andi mengatakan, BMKG akan terus melakukan monitoring aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi gempa lainnya yang dapat berdampak.
"Masyarakat dapat mengikuti informasi gempa bumi secara realtime melalui website inatews.bmkg.go.id atau dalat juga mengunduh aplikasi infoBMKG," imbaunya.
Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax yang dapat beredar. Ia meminta masyarakat untuk dapat memastikan terlebih dahulu sumber informasi jika menerima sebuah berita agar tidak menimbulkan kepanikan.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan melalui Pos SAR Tanggamus, pada pukul 10.30 WIB Kansar Lampung berkoordinasi dengan BPBD Tanggamus, BPBD Lampung Barat, BMKG dan masyarakat setempat.
Erupsi terjadi sebanyak 3 kali pada rentang waktu Pukul 08.30 – 09.00 WIB. Erupsi pertama mengeluarkan pasir, kemudian disusul dengan lahar, dan kepulan asap tebal.
Atas kejadian itu, aktivitas pariwisata melalui TNBBS di hentikan sementara. Termasuk aktivitas pertanian warga dihentikan sementara oleh Aparatur Pekon Suka Marga.
"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa di wilayah erupsi Kawah Nirwana sebagai dampak erupsi tersebut," pungkas Andi.
(Awaludin)