Sementara Wakil Presiden World Water Council (WWC) Eric Tardieu mengajak semua peserta untuk tidak menyerah dalam upaya membangun kerja sama pengelolaan air yang lebih efisien, damai, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut Tardieu turut menyebut nilai-nilai yang mengakar dalam masyarakat Indonesia untuk mencapai sebuah tujuan seperti gotong-royong dan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”.
Saat Tardieu menyebutnya, seluruh peserta yang hadir dalam acara penutupan pun bertepuk tangan dengan meriah.
“Mari kita pulang dengan kesabaran, kearifan Bali terkait air, dan agenda positif,” kata Tardieu.
Presiden World Water Forum Loic Fauchon juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia atas keramahan serta dukungan pada terselenggaranya Forum Air Dunia ke-10 dengan sukses.
World Water Forum ke-10 dibuka dengan ritual Melukat, dan ditutup dengan upacara Melasti, yang keduanya merupakan tradisi penyucian dengan air di Bali. Tercatat sebanyak 64 ribu orang dari 160 negara hadir berpartisipasi maupun berkunjung, menyajikan 278 sesi diskusi dan 254 stan dalam fair and expo.