Dua Jenderal Pasang Badan untuk Pak Harto, Salah Satunya Jadi Perisai Hidup

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Sabtu 01 Juni 2024 06:00 WIB
Pah Harto (Foto: AFP)
Share :

Suatu ketika, Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro, diduga melakukan penyelundupan. Hal itu membuat Deputi II Panglima Angkatan Darat Ahmad Yani dan Kepala Staf Angkatan Darat A H Nasution marah besar dan akan memberikan hukuman bagi Soeharto.

Mendengar hal tersebut, Gatot Soebroto yang saat itu menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat segera menemui Presiden Soekarno agar memberikan ampunan kepada Soeharto. Gatot beranggapan, Soeharto bisa diperbaiki dan dapat berubah.

2. Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Makassar pada 30 Oktober 1952. Lulusan Akademi Militer 1974 ini berdinas di TNI hingga 2010.

Dalam masa tugasnya, Sjafrie Sjamsoeddin pernah menjadi pengawal utama yang menemani perjalanan Soeharto ke Bosnia pada 1995. Saat kunjungan tersebut, Bosnia sedang mengalami konflik bersenjata dengan Serbia. Tidak ada satu orang pun di PPB yang dapat menjamin keselamatan Presiden Soeharto. Walaupun sudah mendapatkan informasi yang sangat tidak mengenakkan, akan tetapi Soeharto tetap ingin melanjutkan perjalanannya ke Bosnia.

PBB yang mendengar hal itu, meminta Soeharto menandatangani surat yang berisikan bahwa PBB tidak akan bertanggung jawab bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sesampai di Bosnia, sangat jelas terdengar suara dentuman peluru dan meriam. Sjafrie juga melihat banyak sekali sniper di bandara dengan senapan laras panjang. Kala itu bandara sudah dikuasai oleh kedua pihak, Bosnia dan Serbia.

Demi mengamankan Soeharto, Sjafrie dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki langsung pasang badan. Dia menjadi perisai hidup penguasa Orde Baru itu dengan mengenakan jas dan peci yang sama dengan Soeharto untuk mengelabui para sniper.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya