Dua orang lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah dekat pintu masuk Bureij, sementara dua lainnya tewas akibat tembakan artileri di daerah Abu al-Ajen, tenggara Deir al-Balah.
Belakangan, Médecins Sans Frontières mengatakan tim medisnya di lapangan menggambarkan situasi di rumah sakit al-Aqsa Deir al-Balah, satu-satunya fasilitas kesehatan fungsional yang tersisa di Gaza tengah sebagai “apokaliptik”.
Badan amal tersebut mengatakan perempuan dan anak-anak merupakan mayoritas dari 70 orang yang tewas dan 300 orang terluka, yang dibawa ke rumah sakit selama 24 jam terakhir, dan banyak pasien menderita luka bakar parah, luka pecahan peluru, patah tulang dan cedera traumatis lainnya.
“Bau darah ketika saya memasuki ruang gawat darurat [pagi ini] sangat menyengat. Orang-orang tergeletak di lantai. Orang-orang tergeletak di luar. Jenazah dibawa dalam kantong plastik putih. Keluarga berdiri di dekat mereka dan berdoa,” Kata referensi medis MSF, Karin Huster, melalui pesan audio.
"Ini hanya situasi yang membebani secara emosional. Tidak mungkin bagi siapa pun untuk mengatasinya,” lanjutnya.
(Susi Susanti)